Perbedaan Konseling dan Psikoterapi
A. Pengertian Psikologi Konseling
Pada zaman yang semakin berkembang ini, sering menghadapkan individu
kepada persoalan persoalan rumit dan sukar untuk dipecahkan. Seorang
individu dalam proses perkembangannya akan melewati tahap-tahap baik itu
dari ukuran fisik atau non-fisik. Masa melewati tahap-tahap ini
terkadang menjadi sebuah problem untuk sebagian individu. Oleh karenanya
mereka membutuhkan bantuan agar dapat lebih memahami dan memecahkan
problem tersebut. Maka muncul sebuah solusi berupa psikologi konseling
yang kemudian akan sedikit memberikan bantuan berupa pemberian
informasi-informasi kepada individu yang mengalami problem-problem
tersebut.
Secara bahasa Psikologi berasal dari 2 kata yaitu, psyche yang artinya
jiwa dan logos yang artinya ilmu. Jadi secara umum Psikologi lebih
dikenal dengan arti Ilmu Jiwa. Namun, seiring berkembangnya
aliran-aliran dalam Psikologi maka, banyak ahli yang lebih setuju dengan
definisi Psikologi sebagai ilmu tentang perilaku dan mental. sedangkan
Kata konseling (counseling) berasal dari kata counsel yang diambil dari
bahasa latin yaitu counselium, artinya ”bersama” atau ”bicara bersama” .
Kemudian dalam bahasa Anglo-Saxon istilah konseling berasal dari sellan
yang berarti “menyerahkan” atau “menyampaikan” .
Dalam buku Psikologi Konseling dan Teknik Konseling, Abubakar Baraja
mengatakan bahwa, “..Psikologi koseling juga dikenal sebagai suatu
proses yang terus menerus. Sehingga dapat dikatakan sifat dari psikologi
konseling adalah Membantu..”. Proses yang terus menerus ini berarti
berangsurnya proses pemulihan problem yang dialami individu ketika
individu tersebut secara aktif berpatisasi dalam proses konseling.
Diambil dari buku Abubakar Baraja dengan judul yang sama. Gustard,
seorang ahli dalam bidang Psikologi Konseling mencirikan Psikologi
Konseling kedalam 3 kategori :
1. Peserta; umumnya berjumlah minimal 2 orang (konselor dan Klien),
dan bisa juga berkelompok, dengan peranan atau afiliasi profesional
khusus (ahli-ahli pada masing-masing bidang).
2. Tujuan; yaitu untuk dapat menyesuaikan diri kearah yang terbaik
dan berfungsi meningkat. Kemudian dalam hal ini Psikologi Konseling
menekankan..
3. Hasil belajar; seperti, keterampilan yang ditingkatkan.
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka
antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan
kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi
belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri,
keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia
ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk
kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat
belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan
kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 :
101).
Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu
hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien.
Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang,
meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang
untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang
lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi
dirinya.
Psikologi Konseling sebagai sebuah proses pemberian Informasi, sangat
membantu individu dalam mencoba alternatif untuk keluar dari problem
yang menyertai kehidupan. Sehingga diharapkan problem yang selalu
menyertai semua individu dapat diminimalisir.
Menurut buku karangan Sofyan Wills, tujuan konseling yaitu:
1. Menangkap isu sentral atau pesan utama klien.
Konselor harus mampu menangkap isu utama yang menjadi masalah penting
klien.
2. Utamakan tujuan klien.
Tanggung jawab utama konselor mendorong klien mengembangkan potensi
kekuatan, kemampuan klien mengarahkan nasibnya sendiri, dengan kata lain
tujuan klien adalah tujuan konselor itu sendiri.
Diharapkan setelah menjalani konseling, klien dapat:
1. Effective daily living.
Setelah selesai proses konseling klien harus dapat menjalani kehidupan
sehari-hari secara efektif.
2. Relationship with other.
Klien mampu menjalani hubungan dengan orang lain di lingkungan keluarga,
sekolah atau kantor.
Dalam bukunya Jannete Murad, Gladding mengatakan bahwa konseling terkait
dengan:
· Keprihatinan pada kesejahteraan, pertumnbuhan pribadi karier
dan juga patologi. Dengan perkataan lain berkaitan dengan bidang yang
melibatkan hubungan antara manusia.
· Untuk orang-orang yang dianggap masih berfungsi mormal.
· Berdasar teori dan berlangsung secara terstruktur.
· Suatu proses dimana klien belajar bagaimana membuat keputusan
dan memformulasikan cara baru untuk bertingkah laku.
Kemudian Gladding kembali menjabarkan hal-hal yang terkait dengan
psikoterapi, yaitu:
* Berhubungan dengan masalah gangguan jiwa yang serius.
* Lebih menekankan pada masa lalu dari pada yang terjadi sekarang.
* Lebih menekankan pada insight dari pada perubahan.
* Terapis menyembunyikan dan tidak memberikan nilai-nilai dan
perasaan.
* Hubungan jangka panjang (20-40 sesi)
Konseling adalah suatu profesi, artinya yang dapat melakukan konseling
adalahorang mendapat pendidikan untuk melakukan konseling dan melalui
proses sertifikasi dan yang mendapatkan lisensi untuk melakukan
konseling.
B. Persamaan dan Perbedaan Konseling dan Terapi
Persamaan :
- dasar : teori, metode & data ilmiah yang telah dikaji
secara empirik (observasi, wawancara, test, teori2)
- teknik2 ilmiah : pembicaraan, latihan2
- aturan : biaya, waktu, tempat, alat2,
Perbedaan
Konseling
Psikoterapi
Kurang intensif
Lebih intensif
preventif
Kuratif / reapartif
Fokus : edukasi, vocational, perkembangan
Fokus : remedial
Setting : sekolah, industri, social work,
Setting : rumah sakit, klinik, praktek pribadi,
Jumlah intervensi kurang
Jumlah intervensi banyak
supportive
rekonstructive
Penekanan “normal”
/ masalah ringan
Penekanan “disfungsi” / masalah berat
Short term
Long term
o Brammer Abergo & Shostrom (1993), dijelaskan bahwa
terlihat perbedaan konseling dan terapi, terutama pada kedalaman
analisis masalah yang terdapat, juga ada penekanan pada perbedaan subjek
untuk konseling dan terapi. Konseling menekankan pada hal-hal yang
sadar dan masa sekarang, sedangkan terapi pada masa lalu.
Sifat gangguan yang ditangani oleh konseling dan terapi juga berbeda,
pada konseling lebih kepada masalah-masalah yang membutuhkan pemecahan
masalah sedangkan terapi menangani masalah-masalah disfungsi atau
gangguan emosional yang parah.
Menurut Hansen, Stevic dan Warner (1986), masalah yang ditangan oleh
konseling lebih kepada hubungan interpersonal dan berkaitan dengan
masalah peran. Misalnya bagaimana seorang perempuan yang menikah dan
bekerja membagi waktu untuk dirinya sendiri, suami dan anak-amaknya,
bagaimana ia yang berperan sebagai anak dari orangtuanya, hal yang
seperti inilah yang termasuk kedalam lingkup konseling.
Selasa, 07 Mei 2013
Selasa, 09 April 2013
Pengertian Psikoterapi
Penggertian Psikotherapi
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
Ciri-ciri dari defenisi mengenai psikoterapi ini, seperti penjelasan dibawah ini:
Interaksi Sistematis
Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.
Prinsip-prinsip Psikologis
Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi teraupetik.
Tingkah Laku, Pikiran dan Perasaan
Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh perasaan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari fungsi psikologis ini.
Tingkah Laku Abnormal, Memecahkan Masalah, dan Pertumbuhan Pribadi
Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok klien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan atau skizofrenia. Untuk beberapa gangguan ini, terutama gangguan bipolar dan skizofrenia, terapi biologis umumnya memegang peranan utama dalam perawatan. Meskipun demikian, selain perawatan biologis, psikoterapi membantu pasien belajar tentang dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan-keterampilan yang akan memudahkannya menanggulangi tantangan hidup dengan lebih baik. Kelompok kedua adalah orang-orang yang meminta bantuan untuk menangani hubungan-hubungan yang bermasalah atau menangani masalah-masalah pribadi yang tidak cukup berat dianggap abnormal, seperti perasaan malu atau bingung mengenai pilihan-pilihan karir. Kelompok ketiga adalah orang-orang yang mencari psikoterapi karena psikoterapi dianggap sebagai sarana untuk memperoleh petumbuhan pribadi. Bagi mereka, psikoterapi adalah sarana untuk penemuan diri dan peningkatan kesadaran yang akan membantu mereka untuk mencapai potensi yang penuh sebagai manusia.
Psikoterapi juga memiliki ciri-ciri yang lain. Psikoterapi membutuhkan interaksi-interaksi verbal. Bagaimanapun juga, psikoterapi adalah “terapi-terapi bicara”--- bentuk-bentuk interaksi antara klien yang melibatkan pembicaraan. Dalam interaksi-interaksi itu, terapis yang terampil adalah seorang pendengar yang penuh perhatian. Mendengar dengan penuh perhatian adalah suatu kegiatan yang aktif bukan pasif. Terapis mendengar dengan teliti apa yang dialami dan diusahakan oleh pasien untuk disampaikan oleh psikoterapis. Psikoterapi-psikoterapi juga melibatkan kemonukasi-komunikasi nonverbal. Seorang terapis yang terampil, seperti orang pewawancara yang terampil, seharusnya peka terhadap isyarat-isyarat nonverbal dari pasien dan peka terhadap gerak isyarat yang mungkin menunjukkan perasaan-perasaan atau konflik-konflik yang mendasar. Terapis juga harus menyampaikan empati melalui kata-kata dan juga gerak isyarat nonverbal, seperti mengadakan kontak mata dan bersandar kedepan (kursi) untuk menunjukkan perhatian terhadap apa yang dikatakan klien.
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
Ciri-ciri dari defenisi mengenai psikoterapi ini, seperti penjelasan dibawah ini:
Interaksi Sistematis
Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.
Prinsip-prinsip Psikologis
Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi teraupetik.
Tingkah Laku, Pikiran dan Perasaan
Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh perasaan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari fungsi psikologis ini.
Tingkah Laku Abnormal, Memecahkan Masalah, dan Pertumbuhan Pribadi
Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok klien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan atau skizofrenia. Untuk beberapa gangguan ini, terutama gangguan bipolar dan skizofrenia, terapi biologis umumnya memegang peranan utama dalam perawatan. Meskipun demikian, selain perawatan biologis, psikoterapi membantu pasien belajar tentang dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan-keterampilan yang akan memudahkannya menanggulangi tantangan hidup dengan lebih baik. Kelompok kedua adalah orang-orang yang meminta bantuan untuk menangani hubungan-hubungan yang bermasalah atau menangani masalah-masalah pribadi yang tidak cukup berat dianggap abnormal, seperti perasaan malu atau bingung mengenai pilihan-pilihan karir. Kelompok ketiga adalah orang-orang yang mencari psikoterapi karena psikoterapi dianggap sebagai sarana untuk memperoleh petumbuhan pribadi. Bagi mereka, psikoterapi adalah sarana untuk penemuan diri dan peningkatan kesadaran yang akan membantu mereka untuk mencapai potensi yang penuh sebagai manusia.
Psikoterapi juga memiliki ciri-ciri yang lain. Psikoterapi membutuhkan interaksi-interaksi verbal. Bagaimanapun juga, psikoterapi adalah “terapi-terapi bicara”--- bentuk-bentuk interaksi antara klien yang melibatkan pembicaraan. Dalam interaksi-interaksi itu, terapis yang terampil adalah seorang pendengar yang penuh perhatian. Mendengar dengan penuh perhatian adalah suatu kegiatan yang aktif bukan pasif. Terapis mendengar dengan teliti apa yang dialami dan diusahakan oleh pasien untuk disampaikan oleh psikoterapis. Psikoterapi-psikoterapi juga melibatkan kemonukasi-komunikasi nonverbal. Seorang terapis yang terampil, seperti orang pewawancara yang terampil, seharusnya peka terhadap isyarat-isyarat nonverbal dari pasien dan peka terhadap gerak isyarat yang mungkin menunjukkan perasaan-perasaan atau konflik-konflik yang mendasar. Terapis juga harus menyampaikan empati melalui kata-kata dan juga gerak isyarat nonverbal, seperti mengadakan kontak mata dan bersandar kedepan (kursi) untuk menunjukkan perhatian terhadap apa yang dikatakan klien.
Minggu, 06 Januari 2013
AKULTURASI PSIKOLOGIS DAN MULTIKULTURALISME
AKULTURASI
Akulturasi psikologis adalah akulturasi yang terjadi pada psikologis seseorang atau suatu masyarakat, misalnya seseorang yang merantau akan terpengaruh dengan budaya yang ada ditempatnya merantau secara psikologis, seperti pola berpikir atau sifatnya, tetapi tidak membuat ia berubah seutuhnya menjadi seperti orang-orang asli ditempat tersebut.
Akulturasi itu sendiri adalah suatu proses sosial yang timbul ketika suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya akulturasi adalah perubahan sosial budaya dan struktur sosial serta pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Faktor-faktor yang memperkuat potensi akulturasi dalam taraf individu adalah faktor-faktor kepribadian seperti toleransi, kesamaan nilai, mau mengambil resiko, keluesan kognitif, keterbukaan dan sebagainya. Dua budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sama akan lebih mudah mengalami akulturasi dibandingkan dengan budaya yang berbeda nilai.
Multikulturalisme
Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut. Menurut Nasikin masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara setruktur memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat deverseyang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari satu-kesatuan sosial, serta seringnya muncul konflik-konflik sosial. Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas.
Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam. Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.
sumber :
Referensi:
- http://www.anneahira.com/akulturasi-kebudayaan.htm
- http://www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2558:psikologi-lintas-budaya&catid=35:artikel-dosen&Itemid=210
- http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme
- http://mohkusnarto.wordpress.com/masyarakat-multikulturalisme/
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi
http://bknpsikologi.blogspot.com/2010/11/akulturasi-dan-enkulturasi.html
Minggu, 04 November 2012
Akulturasi dan Relasi Internakultural
pengertian Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya.
Akulturasi budaya dapat terjadi karena keterbukaan suatu komunitas masyarakat akan mengakibatkan kebudayaan yang mereka miliki akan terpengaruh dengan kebudayaan komunitas masyarakat lain. Selain keterbukaan masyarakatnya, perubahan kebudayaan yang disebabkan “perkawinan“ dua kebudayaan bisa juga terjadi akibat adanya pemaksaan dari masyarakat asing memasukkan unsur kebudayaan mereka.
Akulturasi budaya bisa juga terjadi karena kontak dengan budaya lain, system pendidikan yang maju yang mengajarkan seseorang untuk lebih berfikir ilmiah dan objektif, keinginan untuk maju, sikap mudah menerima hal-hal baru dan toleransi terhadap perubahan.
sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasihttp://dickaerlangga.blogspot.com/2012/03/akulturasi-budaya.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_antarbudaya#Akulturasi
Sabtu, 13 Oktober 2012
Pengaruh Transmisi Budaya Pada Pola Asuh
Transmisi budaya dapat terjadi sesuai dengan awal pengembangan dan pengasuhan yang diterapkan pada masing-masing individu. Dimana proses seperti Enkulturasi ataupun Akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung dengan bagaimana individu mendapat pengasuhan dan bagaimana lingkungan yang diterimanya.
Individu tidak mampu berdiri sendiri, melainkan hidup dalam hubungan antar sesama individu. Dengan demikian dalam hidup dan kehidupannya manusia selalu mengadakan kontak dengan manusia lain. Karena itu manusia sebagai individu juga merupakan makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat.
Selasa, 09 Oktober 2012
PENGERTIAN LINTAS BUDAYA
Lintas Budaya dekat sekali dengan isu-isu otonomi daerah, pluralisme ada multikulturalisme yang sedang hangat saat ini. Itu tidak hanya mengandung unsur-unsur kelokalan tapi juga bisa dikategorikan studi hubungan internasional apabila levelnya adalah internasional dan lintas negara.
Lintas Budaya adalah studi ilmiah tentang perilaku manusia dan proses mental, termasuk variabilitas dan invarian, di bawah kondisi budaya yang beragam. Melalui memperluas metodologi penelitian untuk mengenali variasi budaya dalam perilaku, bahasa dan makna, ia berusaha untuk memperpanjang, mengembangkan dan mengubah psikologi.
Menurut Seggal, Dasen dan Poortinga (1990) psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Pengertian ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok, yaitu keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku individu dengan konteks budaya, tempat perilaku terjadi.
Menurut Triandis, Malpass dan Davidson (1972) psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih, dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen, untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal. Sementara Brislin, Lonner dan Thorndike (1973) menyatakan bahwa psikologi lintas budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman, yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan dan signifikan. Triandis (1980) mengungkapkan bahwa psikologi lintas budaya berkutat dengan kajian sistematik mengenai perilaku dan pengalaman sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya yang berbeda, yang dipengaruhi budaya atau mengakibatkan perubahan-perubahan dalam budaya yang bersangkutan.
HUBUNGAN LINTAS BUDAYA DENGAN ILMU LAIN
Budaya psikologi berkaitan dengan lokasi tertentu, perspektif dan keyakinan budaya yang telah dibesarkan dalam atau yang paling terbiasa.
Lintas Budaya psikologi berkaitan dengan belajar bagaimana menjadi peka terhadap kebutuhan budaya lainnya, keinginan dan keyakinan.
Triandis memandang budaya memiliki kerja yang persis sama seperti halnya memori bagi individu. Kita tahu bahwa memori adalah bagian yang sangat vital dalam kehidupan seorang individu. Tanpa memori seorang individu tidak pernah bisa belajar apapun juga. Hal itu berarti kematian bagi manusia, karena tidak ada satupun keterampilan untuk hidup yang dapat dikuasai. Memorilah yang menentukan segala pikiran dan perilaku manusia. Demikian juga masyarakat bisa tumbuh dan berkembang karena adanya budaya. Tanpanya, tidak akan ada masyarakat. Itu artinya tidak ada juga namanya manusia seperti diri kita sekarang.
ARTIKEL PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA
Penelitian lintas budaya dapat menghasilkan informasi penting tentang banyak topik yang menarik bagi psikologi. Dalam salah satu studi yang paling terkenal, para peneliti menemukan bukti bahwa proses persepsi manusia mengembangkan berbeda tergantung pada apa jenis bentuk dan sudut orang yang terkena setiap hari di lingkungan mereka. Masyarakat yang tinggal di negara-negara seperti Amerika Serikat dengan banyak bangunan yang mengandung 90-derajat sudut yang rentan terhadap ilusi optik yang berbeda daripada yang di desa-desa Afrika pedesaan, di mana bangunan tersebut tidak normal. Lintas budaya penelitian juga menemukan bahwa gejala gangguan psikologis yang paling bervariasi dari satu budaya ke budaya lain, dan telah menyebabkan pertimbangan ulang tentang apa yang merupakan seksualitas manusia normal. Sebagai contoh, homoseksualitas, perilaku patologis lama dianggap di Amerika Serikat, adalah disetujui dalam budaya lain dan bahkan didorong dalam beberapa sebagai outlet seksual yang normal sebelum menikah.
DAFTAR PUSTAKA
Matsumoto, D. (2002). Culture, psychology, and education. In W. J . Lonner, D. L. Dinnel, S. A.
Segall, M.H., Dasen, P.R., Berry, J.W., & Poortinga, Y.H. (1999). Human Behavior in Global Perspective : An Intoduction to Cross-Cultural Psychology. New York : Perganon Press.
Triandis, H. C. (2002). Odysseus wandered for 10, I wondered for 50 years. In W. J. Lonner, D. L. Dinnel, S. A. Hayes, & D. N. Sattler (Eds.), Online Reading in Psychology and Culture (Unit 2, Chapter 1), Center for Cross-Cultural Research, Western Washington University, Bellingham, Washington USA.
Lintas Budaya adalah studi ilmiah tentang perilaku manusia dan proses mental, termasuk variabilitas dan invarian, di bawah kondisi budaya yang beragam. Melalui memperluas metodologi penelitian untuk mengenali variasi budaya dalam perilaku, bahasa dan makna, ia berusaha untuk memperpanjang, mengembangkan dan mengubah psikologi.
Menurut Seggal, Dasen dan Poortinga (1990) psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Pengertian ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok, yaitu keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku individu dengan konteks budaya, tempat perilaku terjadi.
Menurut Triandis, Malpass dan Davidson (1972) psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih, dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen, untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal. Sementara Brislin, Lonner dan Thorndike (1973) menyatakan bahwa psikologi lintas budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman, yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan dan signifikan. Triandis (1980) mengungkapkan bahwa psikologi lintas budaya berkutat dengan kajian sistematik mengenai perilaku dan pengalaman sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya yang berbeda, yang dipengaruhi budaya atau mengakibatkan perubahan-perubahan dalam budaya yang bersangkutan.
HUBUNGAN LINTAS BUDAYA DENGAN ILMU LAIN
Budaya psikologi berkaitan dengan lokasi tertentu, perspektif dan keyakinan budaya yang telah dibesarkan dalam atau yang paling terbiasa.
Lintas Budaya psikologi berkaitan dengan belajar bagaimana menjadi peka terhadap kebutuhan budaya lainnya, keinginan dan keyakinan.
Triandis memandang budaya memiliki kerja yang persis sama seperti halnya memori bagi individu. Kita tahu bahwa memori adalah bagian yang sangat vital dalam kehidupan seorang individu. Tanpa memori seorang individu tidak pernah bisa belajar apapun juga. Hal itu berarti kematian bagi manusia, karena tidak ada satupun keterampilan untuk hidup yang dapat dikuasai. Memorilah yang menentukan segala pikiran dan perilaku manusia. Demikian juga masyarakat bisa tumbuh dan berkembang karena adanya budaya. Tanpanya, tidak akan ada masyarakat. Itu artinya tidak ada juga namanya manusia seperti diri kita sekarang.
ARTIKEL PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA
Penelitian lintas budaya dapat menghasilkan informasi penting tentang banyak topik yang menarik bagi psikologi. Dalam salah satu studi yang paling terkenal, para peneliti menemukan bukti bahwa proses persepsi manusia mengembangkan berbeda tergantung pada apa jenis bentuk dan sudut orang yang terkena setiap hari di lingkungan mereka. Masyarakat yang tinggal di negara-negara seperti Amerika Serikat dengan banyak bangunan yang mengandung 90-derajat sudut yang rentan terhadap ilusi optik yang berbeda daripada yang di desa-desa Afrika pedesaan, di mana bangunan tersebut tidak normal. Lintas budaya penelitian juga menemukan bahwa gejala gangguan psikologis yang paling bervariasi dari satu budaya ke budaya lain, dan telah menyebabkan pertimbangan ulang tentang apa yang merupakan seksualitas manusia normal. Sebagai contoh, homoseksualitas, perilaku patologis lama dianggap di Amerika Serikat, adalah disetujui dalam budaya lain dan bahkan didorong dalam beberapa sebagai outlet seksual yang normal sebelum menikah.
DAFTAR PUSTAKA
Matsumoto, D. (2002). Culture, psychology, and education. In W. J . Lonner, D. L. Dinnel, S. A.
Segall, M.H., Dasen, P.R., Berry, J.W., & Poortinga, Y.H. (1999). Human Behavior in Global Perspective : An Intoduction to Cross-Cultural Psychology. New York : Perganon Press.
Triandis, H. C. (2002). Odysseus wandered for 10, I wondered for 50 years. In W. J. Lonner, D. L. Dinnel, S. A. Hayes, & D. N. Sattler (Eds.), Online Reading in Psychology and Culture (Unit 2, Chapter 1), Center for Cross-Cultural Research, Western Washington University, Bellingham, Washington USA.
Kamis, 23 Agustus 2012
Misery
Misery
Dewa adalah lelaki yang aku cinta dan aku benar-benar menyayanginya
dulu,bahkan sampai sekarang. Ini kisah sewaktu aku SMA. Nama ku Gea aku wanita
yang suka lagu-lagu yang masuk kedalam genre rock,electrick,dan underground.
Sewaktu SMA kelas 2 aku sangat menyukai modern dance bahkan aku sering tampil
di SMA ku sendiri bersama 3 orang teman ku.
Ketika kelas 2 SMA aku sering mendengar nama dewa dari
wanita-wanita penggosip di kelas ku, aku bukan wanita yang suka menggosip tapi
kalau untuk mendengarkan ya mungkin aku salah satu pendengar yang baik di
antara teman-temanku. Aku sering melihat dewa keluar masuk kelas ku untuk
mengobrol bersama teman-temannya, ya dia adalah symbol dari anak-anak IPA dan
symbol dari cowo-cowo metropolitan di SMA ini.
Semua SMA ku dari mulai anak IPA, IPS bahkan sampai adik kelas 1 dan 2
mengenalnya yaa karna dy lelaki yang
lumayan tampan dan bersih di sekolah ini, wanita mana yang tidak menengok ketika melihat lelaki yang tampan dan rapih
juga bersih ini di depan mukanya. Dan yang membuat ia lebih terkenal ialah
bahwa ia ketua sebuah organisasi di SMA ini, banyak adik-adik kelas yang
mengikuti organisasi tersebut bahkan 90% pengikut anggotanya adalah wanita,IT’S
FUCK’N CRAZY. Aku tau mengapa mereka memasuki organisasi ini,ya mungkin hanya
untuk kenal dengan dewa.
Aku mengenal dewa saat aku kelas 3 SMA, maaf mungkin dewa
yang kenal aku saat kelas 3, kalau aku kenal dia dari kelas 2 SMA ya karena aku
tidak terkenal di sini. Ketika kelas 3 dewa dipilih oleh teman-teman menjadi
ketua kelas kami, sebelum itu sewaktu pemilihan ada 3 kandidat di kelas ku ada
tiah,foland dan dewa, aku tau dari anak-anak bahwa tiah adalah mantan dari dewa
hmmm mereka ternyata pasangan yang sama-sama polos menurutku. Sepasang mantan kekasih yang memperebutkan
kursi ketua kelas lucukan yah Hahahahaha.
Tiah dengan logo Teruskan dan dewa dengan logo lebih cepat lebih asik
logo-logo dimana saat pemilhan presiden tahun 2009 antara SBY dan Jusuf kala. Dan dewa menang telak atas pemilihan tersebut
dewa 60% dan tiah 19% dan sisanya foland, yang akhirnya dewalah di pilih
sebagai ketua kelas dan foland wakil serta tiah sebagai sekertaris. Dan aku di
pilih sebagai sekertaris ke 3 oleh dewa, saat itu dewa belum mengenalku dan dia
asal tunjuk agar aku menjadi sekertaris,SIAL.
Kelas ku ini sangat terpaku kepada dewa, ketika dewa tidak masuk sekolah
maka akan sangat sepi kelas ini tanpa dy, aku juga merasa begitu,dan saat dewa
masuk maka akan ada banyak cerita di dalam kelas ini, dewa mempunyai club
temen-temen gengnya bernama BLACKLIST, dimana anak-anak yang sudah di cap jelek
oleh guru-guru favorite mereka masing-masing. Dewa sang ketua kelas dan
proklamatorpun sering terkena target utama dari guru matimatika Pak Dudi, ya karena
dewa tidak pandai dalam hal menghitung, katanya sih otaknya ga singkron dengan
angka-angka so dy ga bisa pelajaran yang berhubungan dengan angka tapi kalo
soal menghafal aku salutkan itu emang jagodeh dy mah.
Dikelas ku, dewa juga punya geng yang disebut Gerobak =
gerombolan orang batak. Di kelas ini semua petingginya orang batak gimana ga
rame ni kelas di pimpin orang-orang batak yang suaranya gede-gede banget. Jojo
adalah salah satu pelopor dari gerakan tersebut, salah satu anggota dari
gerobak dan juga salah satu dari anak buah dewa. Saat di kelas para perempuan
ini sedang ngomongin dewa, aku hanya sebagai pendengar dan penonton saja “ada
yang beda dari dewa yah kayanya” yula angkat bicara soal dewa, “iya, apa ya? agak
mudaan kali yeh” saut indah, dan aku melihat jelas dewa,ternyata dewa cukur
kumis OH MY GOD, Cuma dewa cukur kumis aja di jadiin bahan gosipan, aduhh
anak-anak inideh. O’ia jojo itu anak
buah dewa yang, huuhh,sumpah sering banget ngisengin aku di kelas dy hobi foto-foto
ketika orang lagi ga ngeh kalo ada yang foto, ada yang lagi nguap, lagi
bengong, tidur di kelas bahkan ada yang lagi ngomel di foto saat lagi
monyong-monyongnya tuh mulut Hahahaha.
Dan semua foto itu di Tag di FB astagah muka lagi jelek-jeleknya malah
di Tag kan ngaco tuh,dan foto ku lumayan banyak berkeliaran di situs FB yang
langsung di post hari itu juga sehabis memfoto.
Hari ini hari rabu dan aku melihat dewa di parkiran motor yang berjalan sangat
lemas. Aku melihat wajahnya yang banyak memendam masalah, tapi apa iya seorang
dewa yang selalu senang dan bahagia itu punya masalah juga. Dugaan ku benar,
dewa yang masuk kelas dan langsung diam dan tidak ada suara, anak-anak langsung
berpaling pandangan dan langsung menghadap dewa yang biasanya datang dengan
tawa dan kocak ini malah diam dan duduk lalu diam dan merebahkan kepalanya di
meja. Semua di kelas kupun
bertanya-tanya “kenapa tuh si dewa tumben datang diem?” saut imel temanku “ada masalah kayanya dy ini” aku
menjawab sambil melihat ke dewa yang wajahnya di tutup sweter.
Di kelas,dewa yang biasanya berisik oleh dewa sekarang malah
menjadi bingung dan tenang, ini seperti berada di kelas utama yang paling
pintar tidak ada suara ocehan dari mulut dewa sedikitpun dan anak-anak buahnya
pun ikut diam dan hanya sedikit tertawa. Bahkan itu terjadi sampai pulang
sekolah, ya aku merasakan sebuah kesepian di kelas ini, sangat sangat sepi
sekali. Anak- anak memperkirakan bahwa dewa sedang sakit makannya dy diam, tapi
jujur aku baru pertama kali melihat dewa yang diam dan stey cool itu diam dan
aku menyukainya, aku melihat dy yang tenang dan diam,aku sangat menyukai itu.
bahkan tatapan matanya yang biasapun sekarang berubah menjadi tajam, seperti
ada sebuah kebencian dan dendam yang di
cerminkan oleh matanya. Aku memikirkan itu sampai pulang sekolah. “kenapa ya dewa berubah drastic gitu sifatnya”
saut tiah mantanya saat keluar dari kelas “iya dewa beda banget hari ini”
sambar rini yang sembari mikir. Aku hanya diam dan memikirkan dewa juga
tentunya yang berubah 900 kelakuannya itu.
Kamis, baju batik coklat dan rok rempel hitam,huhhh apa
sekarang dewa masih seperti kemarin ya, itu terlintas di dalam otakku ketika
aku sedang berjalan menuju sekolah. Sampai sekolah aku belum melihat dewa, dia
itu tukang telat pokoknya kalo dewa datang pasti sekitar 1 menit langsung bell
bahkan sering dy datang maka bell pasti berbunyi. “dewa masih kalem kali ye kaya kemaren” indah
yang sambil mengerjakan PR pagi-pagi “bisa jadi sih” sahut ku yang sembari ikut
nimbrung nyontek. Tidak lama bell berbunyi dewapun datang ehemm dy terlihat
tidak seperti kemarin, dy berubah begitu cepat sangat sangat cepat, seperti
kemarin tidak terjadi apa-apa.
Dewa yang kemarin diam itu sekarang beraksi kembali,anak-anak
banyak yang menanyakan “udah sembuh ni” “gue ga sakit kali mba” jawabnya sembari
tertawa bebas. Aku melihat kebebasan dan tiada beban lagi di matanya.
Semester 2,
aku sedang dalam perjalanan ke rumah temanku rini jam 3 pagi untuk meminta hasil bocoran UN. Dan semua kelas punya basecam masing-masing dan kelas ku di rumah rinilah basecamnya. Aku yang bersama temanku fela dan kalisa subuh-subuh yang numpang mandi juga berdandan di rumah rini. Tak lama dewa datang bersama komplotannya yang salah satu di antaranya membawa sebuah kunci jawaban. Bagi-bagi hasil lalu jam 6 berangkat secara terpisah menuju sekolah.
aku sedang dalam perjalanan ke rumah temanku rini jam 3 pagi untuk meminta hasil bocoran UN. Dan semua kelas punya basecam masing-masing dan kelas ku di rumah rinilah basecamnya. Aku yang bersama temanku fela dan kalisa subuh-subuh yang numpang mandi juga berdandan di rumah rini. Tak lama dewa datang bersama komplotannya yang salah satu di antaranya membawa sebuah kunci jawaban. Bagi-bagi hasil lalu jam 6 berangkat secara terpisah menuju sekolah.
Seminggupun terlewat UN sudah selesai dan sekarang hanya
bisa menunggu hasilnya dari tukang post yang datang lulus atau tidaknya aku
ini. Dan ini adalah waktu kesukaan semua siswa di semua SMA apa itu?, apa lagi
kalo bukan clasmeting Hahaha. Setelah 1 minggu classmeting berjalan, aku tidak
melihat dewa yang hilang entah kemana dan tidak masuk-masuk. Wali kelas ku bu
dede masuk kelas “ibu mau kasih tau ke kalian, dewa di rawat” sentak anak-anak
semuanya kaget “tadi bapanya tlf ibu kalo dewa di rawat dari hari rabu kemarin,
di RS.jakarta, mungkin kalian mau jenguk dewa ?” aku dan teman kelas ku
langsung berpartisipasi ikut jenguk yang ternyata satu kelas ku ikut semuanya.
Keesokan harinya kami pergi ke rumah sakit dimana dewa di rawat
di ruangan VIP lantai atas. Aku dan yang lain masuk ke kamarnya dan melihat
dewa yang tidak menggunakan baju pasien, tapi hanya menggunakan kaos dan celana
jeans, aku gag yakin kalo dy sakit. Sebelumnya
ketika malam-malam semua kelas ku kumpul dirumah rini kita semua gempar dengan
catatan dewa. Di notebooknya, kami semua menangis membacanya termasuk aku, aku
merasakan sangat sedih saat itu, aku merasakan sebuah takut yang amat sangat
besar, aku merasakan ketakutan kehilangan dewa. Bukannya hanya kelas ku bahkan
1 SMA ku gempar dan menjadi bahan perbincangan heboh.
Aku sampai di rumah sakit dan melihat dewa yang tidur santai
sembari bermain hp. “lo bener wa mau di oprasi, kapan oprasinya?” sentak
anak-anak sembari memandang dewa yang bangun dari tempat tidurnya “ Cuma oprasi
kecil kali santai aja,kayanya besok” dewa sambil tertawa kecil, aku melihat
tidak ada beban di wajahnya, hanya ketenangan yang ada di sana saat itu.
selesai menjenguk kami semua pulang dan aku terus-menerus sms dewa tentang keadaanya,
aku tidak mengerti tapi aku sangat khawatir terhadap dirinya saat itu. aku
takut ia benar-benar menghilang seperti catatannya bahwa hanya ada 30%
keberhasilan hidupnya.
Keesokan harinya adalah hari dimana dewa di operasi,
operasinya jam 9 pagi dan kami di kelas bahkan kelas-kelas lain ikut mendoakan
keberhasilan operasi paru-parunya yang bermasalah akibat rokok yang
berlebihan. Ketika dewa sms ku “ni baru
jalan ke ruangan operasi, kalo gue bangun gue sms ya tapi kalo ga..” aku diam
membaca smsnya dan sentak membalasnya cepat “ lo ga usah pesimis gitu dong say,
gue yakin lo sembuh dan sehat kaya biasanya gue yakin kok” “ok” hanya itu sms
terakhirnya yang aku terima.
Jam 9:30 aku tlf hpnya tidak ada jawaban sedikitpun, sampai
akhirnya kakanya yang mengangkat tlf bahwa dewa masih di ruang operasi, ASTAGAH
aku sangat,sangat panic aku tidak tau tapi aku menangis saat itu. aku seperti
merasa kerisauan yang amat sangat besar.
Jam 13:40 aku tlf ke hpnya,kakanya waktu itu yang mengangkat
“ka, gimana dewa udah keluar operasi apa belum?” tidak ada suara dari kakanya,aku bingung apa
yang terjadi dan aku mendengar suara tarikan nafas yang panjang “dewa, dewa
udah ga ada ge” suara getar dari kakanya, aku diam dan langsung menangis,”kaka
bohongkan ga mungkin ka kemarin aku liat dewa baik-baik aja kok” aku yang menangis dan ngotot bahwa itu ga
mungkin terjadi. Dan di saat itupun aku tlf rini dan jojo bahwa dewa telah
meninggalkan kita untuk selamanya, semua anak-anak kumpul di rumah ku dan
menangis kami semua sayang pada dewa mencintainya bahkan sangat,sangat tidak
ingin kehilangan sosoknya. Air mata kamipun jatuh aku tau ini tak akan membuat
ia kembali hidup,tapi hanya ini cara kami merespon rasa emosi kami. Aku belum
sempat bilang bahwa aku menyayanginya lebih, aku mencintainya lebih, dan aku
sangat ingin menjalin kasih bersamanya dan itu tidak terucap oleh ku, dewa
meninggalkanku lebih dulu. Ia pergi dan meninggalkan berjuta-juta kenangan di
kelasku, sifatnya yang lucu,bodoh,dan kadang mengesalkan itu akan teringat oleh
kami semua.
Malam sebelum operasi,dewa sempat tlf ku dan ia sempat
berkata “kalo kamu sayang sama hidup kamu, jangan pernah pikirin kematian” aku ingat selalu kata-kata itu dan aku akan
mengingatnya sampai aku menyusul ia nanti.
Selamat jalan dewa We
Love you
Langganan:
Postingan (Atom)
