Sabtu, 09 April 2011

thales teori

Thales menyatakan bahwa air adalah prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche) segala sesuatu.[1][2][4] Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta.[2] Berkat kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di luar dirinya, air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakan.[1] Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga memerlukan air untuk hidup.[7] Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang.[4]
Selain itu, ia juga mengemukakan pandangan bahwa bumi terletak di atas air.[4] Bumi dipandang sebagai bahan yang satu kali keluar dari laut dan kemudian terapung-apung di atasnya.[4]

[sunting] Pandangan tentang Jiwa

Thales berpendapat bahwa segala sesuatu di jagat raya memiliki jiwa.[7][2][4] Jiwa tidak hanya terdapat di dalam benda hidup tetapi juga benda mati.[7][2][4] Teori tentang materi yang berjiwa ini disebut hylezoisme.[2][4] Argumentasi Thales didasarkan pada magnet yang dikatakan memiliki jiwa karena mampu menggerakkan besi.[7][4]

[sunting] Teorema Thales

Di dalam geometri, Thales dikenal karena menyumbangkan apa yang disebut teorema Thales, kendati belum tentu seluruhnya merupakan buah pikiran aslinya.[8] Teorema Thales berisi sebagai berikut:
Jika AC adalah sebuah diameter, maka sudut B adalah selalu sudut siku-siku
  • 1. Sebuah lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.[8]
  • 2. Sudut bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.[8]
  • 3. Jika ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling berlawanan akan sama.[8]
  • 4. Sudut yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.[8]
  • 5. Sebuah segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang bersinggungan dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.[8]

[sunting] Pandangan Politik

Iona
Berdasarkan catatan Herodotus, Thales pernah memberikan nasihat kepada orang-orang Ionia yang sedang terancam oleh serangan dari Kerajaan Persia pada pertengahan abad ke-6 SM.[9] Thales menyarankan orang-orang Ionia untuk membentuk pusat pemerintahan dan administrasi bersama di kota Teos yang memiliki posisi sentral di seluruh Ionia.[9] Di dalam sistem tersebut, kota-kota lain di Ionia dapat dianggap seperti distrik dari keseluruhan sistem pemerintahan Ionia.[9] Dengan demikian, Ionia telah menjadi sebuah polis yang bersatu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar